TAHUKAH ANDA KIMCIL ITU APA?

Pertama kali dengar istilah ‘Kimcil’’ dari temen-temen yang masih SMU.Dari mereka pulalah tau apa maksud dari ‘Kimcil’’, entah siapa pencetus dari kata itu. ‘Kimcil’’ merupakan singkatan dari Kimpol Cilik. Mungkin yang dimaksud adalah pemilik dari betis (yang dalam bahasa Jawa disebutnya Kimpol, red.), kecil yang dalam hal ini adalah remaja cewek seusia anak sekolahan. Tentu, yang dimaksud bukan remaja biasa tapi remaja sekolahan yang ngejual tubuhnya demi beberapa rupiah...

Suatu populasi kimcil yang dianggap ciamik alias nempatin ras tertinggi ialah kimcil yang pakai seragam sekolah swasta, itu terkenal dan berbiaya mahal. Udah jadi rahasia umum bahwa murid-murid cewek yang belajar di sekolah-sekolah tersebut merupakan gadis-gadis cantik, semok, dan punya selera tinggi. Sedangkan untuk kimcil kelas menengah ato bawah biasanya ditempati oleh murid-murid yang belajar di sekolah yang (maaf) menengah ke bawah dan sengaja pengen ngikutin trend dari golongan atas.

Sempet berfikir sejenak apa yang menjadikan para kimcil ni terjun ke dunia gelap yang sebenarnya belom pantas mereka cerna. Banyak alasan tentunya, dan banyak pakar psikologi ataupun humanisme yang mengulas tentang fenomena kimcil. Yang pasti sumbernya adalah ketidak siapan mental remaja kita dalam menghadapi era globalisasi yang demikian cepat menggempur sendi2 religus dan estetika bangsa kita. Bisa kita runut bahwa munculnya kimcil tidak jauh-jauh amat dari kemunculan teknologi hape camera dan internet dengan segala tetek bengeknya, ada camfrog,friendtser,YM,mirc dan komunitas anderground(adult website)

Hape camera dan internet dianggap menjadi ajang merebaknya virus kimcil di negeri ini, bukankah setiap kita search di google dengan keyword "3gp", "abg", maka yg pasti muncul adalah kontent video porno para kimcil?? ironisnya hal ini sekarang amat gampang di akses oleh para remaja sekolahan lalu mereka melihat, tertarik dan akhirnya meniru.

Internet memberikan dua sisi yang saling berlawanan, satu sisi internet bisa bermanfaat, tapi disisi lain internet jadi madharat. Internet akan bermanfaat jika memang internet dijadikan sekedar media bisnis dan pencari informasi secara global. Tapi jadi madharat jika internet dijadikan ajang pencarian maksiat seperti membuka video dan film forno, gambar forno dan lain sebagainya.

BELAJARLAH MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN !!

Ketika Pembajakan Telah Dilegalkan

“Indonesia termasuk negara paling gila di dunia karena penjualan barang bajakan hanya berjarak 100 meter dari depan Istana Negara” (penuturan James F. Sundah, pencipta lagu terkenal dan Ketua Bidang Teknologi & Informasi PAPRI).

Pembajakan Lagu Capai 500 Juta Keping

"Kerugian negara dari pembajakan sekitar Rp1 triliun, itu dari pajaknya. Sementara kerugian artis dan produser mencapai Rp2,5 triliun. Jumlah lagu yang dibajak juga lebih besar dari tahun 2006 yang sebesar 400 juta keping," kata Ketua Badan Anti Pembajakan Pappri Binsar Silalahi usai bersama pengurus lainnya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Menurut Binsar, tingginya angka pembajakan ini disebabkan beberapa hal seperti rendahnya kemampuan produksi pabrik, lemahnya penegakan hukum dan budaya masyarakat yang lebih menyukai barang bajakan.

Lagi-lagi Pembajakan Hak Cipta Lagu

Menurut pasal 3 ayat 2 dalam UU Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, dikatakan bahwa Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan, baik seluruhnya maupun sebagian karena : (a) Pewarisan (b) Hibah, (c) Wasiat (d) perjanjian tertulis (e) sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan peundang-undangan. Pembajakan lagu dikatakan sebagai sebuah kejahatan besar karena pembajak telah mengambil hak-hak ahli waris dari keluarga si pencipta lagu dan penyanyi lagu, yang seharusnya selama pencipta tersebut masih hidup dia dapat memperoleh royalti dari lagu-laguya, dan 50 tahun setelah pencipta itu meninggal royalti dapat diwariskan kepada ahli warisnya, akibatnya dengan adanya pembajakan ini membuat hak ahli waris dicederai. Maka secara tidak langsung, pembajakan hak cipta khususnya musik turut menyengsarakan seniman musik dan ahli waris pemusik itu sendiri.

Rp16 Triliun Pertahun Dirampok Pembajak

Pembajakan karya seni dalam bentuk kaset, CD/VCD dan DVD, menurut Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Penata Rekaman Indonesia (PAPPRI), Dharma Oratmangun, mengakibatkan negara kehilangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dan Pajak Penghasilan (PPh) 15 persen dari penjualan kaset dan CD/VCD, senilai Rp16 triliun setiap tahun.

“Bila pembajakan tidak bisa diatasi, maka produksi musik Indonesia bisa hancur,” kata Dharma.
Untuk mengatasi itu semua, menurut Dharma, pelaksanaan UU Hak Cipta nomor 19 harus benar-benar dijalankan. Dharma menyarankan agar pemerintah lebih serius menangani masalah pembajakan kaset dan lagu-lagu atau karya rekaman lainnya.

Menurutnya, pelaku pembajakan hampir tidak pernah diseret ke pengadilan. Bahkan, lebih ironis lagi, barang bajakan yang disita kepolisian malah keluar lagi dan beredar di pasaran.

Menurut Dharma, kontribusi industri rekaman kepada negara cukup besar. ”Bukan lagi sekadar hobi, kegiatan di bidang ini kian berkembang sebagai profesi,” kata pencipta lagu yang pernah merebut juara dalam Lomba Cipta Lagu lewat karyanya berjudul Penjor.

Sementara Marulam J. Hutaburuk, dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), juga mengatakan, akibat ulah mafia pembajak yang kian merajalela, telah menghancurkan perusahaan rekaman. Sekitar 170 perusahaan rekaman di Indonesia bangkrut.

“Selain membuat perusahaan rekaman gulung tikar, juga hasil karya para pemain musik, pencipta lagu, arranger dan penyanyi dirampok terang-terangan dan dibunuh kreatifitasnya. Bahkan ada musisi yang frustrasi sehingga tak mau lagi mencipta lagu,” ungkapnya.

Dikatakannya, kerugian artis dan produser mencapai Rp2,5 triliun lebih. Jumlah lagu yang dibajak pun meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2006 sebanyak 400 juta keping, tahun 2007 meningkat 470 juta keping, tahun 2008 menjadi 500 juta keping, dan sampai Mei 2009 sudah mencapai 560 juta keping kaset, MP3, VCD, DVD bajakan yang beredar tanpa membayar pajak cukai.

“Sayangnya, masalah ini dibiarkan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum yang kurang gencar melakukan operasi pemberantasan. Padahal, hasil bajakan diperjualbelikan secara terang-terangan di tempat umum,” tandasnya.

Menurut Ketua Lembaga Koordinasi Gerakan Anti Pembajakan, Togar Sianipar, upaya pemberantasan pembajakan memang bukan perkara mudah. “Bukan hanya masalah daya beli masyarakat yang rendah, namun juga karena tidak adanya efek jera dari upaya
penegakan hukum lantaran rendahnya ancaman pidana bagi pembajak, yaitu pidana penjara 5 tahun dan denda 500 juta rupiah,” katanya.

Hal Senada diungkapkan pengamat musik Bens Leo. “Agak susah memang. Sebab, kita sudah terlanjur membiarkan pembajakan merajalela. Sekarang ini dari 10 kaset/CD/VCD yang beredar hampir 90 persen merupakan produk bajakan,” tegasnya.

Bens menyebut sebenarnya pasar musik masih bagus. Itu dibuktikan dengan album Cinta Laura yang terjual mencapai 600 keping. Tapi, produk bajakannya bisa dua kali lipat lebih.

Strategi unik dilakukan kelompok musik Slank. Band yang diawaki Kaka, Bimbim. Ridho dan Abdee ini menjual kaos untuk mempromosikan album terbarunya. Cara ini dinilai efektif untuk menghindari pembajakan yang kian merajalela. Kaos dengan hadiah kaset dan VCD album baru Slank berjudul Anthem for the Broken Hearted itu dijual seharga Rp50.000.

“Kalau biasanya orang beli album dapat kaos, kita malah jualan kaos gratis album,” ujar Kaka.
Pembajakan yang merajalela itu membuat para musisi dan penyanyi gerah. Sebut saja Maia Estianty, Angel Lelga, Cinta Laura dan Alena.

Biaya rekaman dan produksi sangat mahal, belum meraup untung, album kita malah sudah beredar bajakannya. Memang lagu itu jadi terkenal, tetapi tetap saja merugi secara materi,” tutur Maia.

Angel Lelga heran dengan kecanggihan pembajak sehingga barang palsu terlihat seperi asli. “Saya berharap masyarakat punya kesadaran untuk tidak membajak, dan pemerintah harus tegas dalam menjalankan undang-undang hak cipta,” harap Angel, seraya
menambahkan single Pertama miliknya sangat banyak bajakannya.

Sementara itu, Cinta Laura mengatasi pembajakan dengan cara tersendiri. “Aku menyiasatinya dengan menawarkan VCD atau kaset asli di toko-toko tertentu, dan memperluas pemasaran lainnya. Aku sangat berharap para pembajak ini segera diberangus,” kata
penembang lagu Cinta Atau Uang dan Oh Baby.

Sedangkan produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna mengatakan pembajakan di Indonesia merupakan masalah klasik. “Kami selalu menyerukan kampanye anti pembajakan. Kami juga menyiasatinya dengan meluncurkan single bukan dalam bentuk album. Hal itu untuk menghindari pembajakan,” tandasnya.

\m/ MANFAAT MENDENGAR MUSIK METAL ^_^

 Meski tak semua orang suka dengan musik beraliran cadas. Iramanya yang hingar bingar dianggap sebagai musik yang hanya membuat telinga tuli. Tapi mulai sekarang, meskipun Anda tak menyukainya, tak ada salahnya jika Anda memanfaatkan keberadaannya untuk meredam stres. Tak percaya? Penelitian terbaru yang dilansir oleh Sciencedaily bahkan menyebutkan bahwa penggemar musik heavy metal ternyata lebih pandai meredam emosi negatif, lebih ekspresif dan lebih bisa meluapkan kemarahannya.Penelitian yang melibatkan 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun dari sekolahNational Academy di Amerika.
Semua responden diteliti dengan cermat hubungan mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi. “Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa bahwa presepsi yang selama ini beredar salah. Selama ini orang menganggap murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca,” ujar Stuart Cadwallader, kepala penelitian dari Warwick University.Sayangnya, menurut Stuart tudi mereka yang menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media ‘keterbukaan’.
Sebagian besar murid mengatakan mereka tidak mempertimbangkan untuk menjadi penganut Metal sejati tapi musik heavy metal memahami aspek spesifik kebudayaan pemuda saat ini. Dengan menggunakan musik yang keras dan agresif, mereka bisa keluar dan lepas dari rasa frustrasi dan kemarahan. Di sini berhasil dibuktikan bahwa musik heavy metal atau cadas juga bisa meredekan situasi hati atau mood yang sedang buruk. Menurut Stuart, “banyak musisi aliran heavy metal juga memiliki tingkat intelijensi tinggi seperti vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, yang selain sebagai musisi, juga berprofesi sebagai novelis dan pilot penerbangan.”
Beberapa manfaat mendengarkan musik metal :
1. Mendengarkan musik metal bisa memperbaiki mood.
Mendengar musik logam berat ini bisa menstabilkan mood. Terlebih untuk remaja yang mengidap depresi. Dengan mendengarkannya, perasaan sedih atau marah bisa diluapkan. Si remaja bisa lebih santai atau tenang untuk menjalani hidupnya. Tapi, pengawasan orang tua disini perlu. apabila mood si anak turun, sebaiknya larang anak mendengar musik ini.
2. IQ meningkat.
Dari hasil penelitian, pendengar musik beraliran metal ini, umumnya mahasiswa mendapatkan nilai lebih tinggi dari mahasiswa lainnya, bahkan diatas rata-rata. Beberapa bidang studi juga menemukan kecerdasan yang tinggi diantara penikmat musik keras ini.
3. Menurunkan potensi bunuh diri.
Musik metal dapat menurunkan emosi atau tingkat kecemasan. Setelah mendengarkan musik metal. Pendengar bisa lebih nyaman atau lebih baik dari sebelumnya. Musik ini dapat mengobati rasa tertekan mereka.

HUBUNGAN MUSIK METAL DENGAN REMAJA

Musik beraliran heavy metal merupakan jenis musik yang digandrungi remaja. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa penggemar musik ini lebih berisiko menderita depresi, bahkan bunuh diri.
Katrina McFerran, dari Melbourne University, Australia, yang melakukan penelitian selama 5 tahun mengenai pengaruh musik pada kondisi mental remaja, menemukan bahwa musik heavy metal menyebabkan gangguan mental pada remaja usia 13-18 tahun.
"Kebanyakan remaja mendengarkan musik untuk tujuan positif, seperti memperbaiki mood atau menambah energi ketika berolahraga. Tetapi, remaja yang berisiko depresi cenderung mendengarkan musik, terutama musik heavy metal, untuk tujuan negatif," kata McFerran.
Ia menambahkan, pengaruh musik bergenre rap, rock, atau pop terhadap kondisi mental remaja ternyata berbeda dengan musik heavy metal.
"Remaja mendengarkan musik heavy metal karena itu menjadi pelarian dari realitas. Mereka juga menemukan musik-musik itu merefleksikan penderitaan mereka sehingga mereka tidak merasa kesepian lagi," katanya.
Kendati begitu, ada juga remaja yang mengatakan mood mereka justru membaik setelah mendengarkan musik metal. "Orangtua dan sekolah bisa melakukan intervensi untuk mencegah gangguan mental yang mungkin dialami remaja," katanya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar orangtua membuka komunikasi dengan anak mereka. "Tanyakan perasaan mereka setelah mendengarkan musik heavy metal. Jika anak mengatakan mereka bertambah down, sebaiknya larang anak mendengarkan musik ini," katanya.